Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenali Pesona Seni, Budaya dan Kearifan Lokal Nganjuk

Kenali Pesona Seni, Budaya dan Kearifan Lokal Nganjuk
Pesona Seni, Budaya dan Kearifan Lokal Nganjuk

Indonesia merupakan suatu negara yang kaya akan keberagaman suku, budaya maupun bahasa daerah. Menjadi suatu kewajaran apabila di setiap daerah yang berada di Indonesia memiliki budaya dan kearifan lokal masing-masing. Salah satunya adalah daerah Nganjuk.

Nganjuk yang memiliki julukan sebagai Kota Angin juga memiliki beberapa budaya dan kearifan lokal yang patut untuk diketahui masyarakat luas. Dalam artikel kali ini, kita akan berselancar tentang budaya dan kearifan tersebut.


Seni dan Budaya Lokal Nganjuk

Sebelum menuju ke topik kearifan lokal Nganjuk, kita akan membahas terlebih dahulu seni dan budaya lokal apa saja yang berada di Kota Nganjuk. Meskipun kota Nganjuk terlihat kecil, tapi Nganjuk juga memiliki seni dan budaya lokal. Buktinya, Nganjuk pernah mengikuti ajang pameran seni budaya di Taman Mini Indonesia Indah. Berikut beberapa seni dan budaya yang berada di Kota Nganjuk.

Siraman Sedudo

Siraman Sedudo
Siraman Sedudo (Sumber : infobudaya.com)

Air Terjun Sedudo yang terletak di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk tidak hanya menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan luar kota. Dibalik keindahan air terjun tersebut, terdapat suatu budaya yang tidak pernah dilewatkan setiap tahunnya, yaitu siraman sedudo.

Tanggal 15 di bulan Suro adalah jadwal di mana acara siraman sedudo ini dilaksanakan. Sebelum menuju ke acara siraman, dilaksanakan acara Ruwat Bumi Tulak Tumbal Sengkolo terlebih dahulu. Meskipun tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, tetapi masih eksis hingga saat ini.

Acara siraman sedudo memiliki beberapa tujuan, antara lain:

  1. Wujud rasa syukur atau selametan (Bahasa Jawa) pada bulan Suro. Selain sebagai ucapan rasa syukur masyarakat Desa Ngliman kepada Tuhan Yang Maha Esa, acara ini juga sebagai bukti penghormatan atas jasa para leluhur yang membuka Desa Ngliman.
  2. Memperlihatkan hasil kerajinan, kesenian Jawa serta memperkenalkan wisata Air Terjun Sedudo kepada masyarakat di lain daerah.

Wayang Timplong Nganjuk

Wayang Timplong Nganjuk
Wayang Timplong Nganjuk (Sumber: indonesiakaya.com)

Walaupun Nganjuk merupakan kota kecil yang berada di Provinsi Jawa Timur, ternyata di kota ini juga terdapat seni wayang, yakni Wayang Timplong Nganjuk. Kesenian wayang Timplong ini pertama kali dibuat oleh Ki Bancol atau Mbah Bancol di Dusun Kedung Bajul, Desa Jetis, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.

Awal mulanya kesenian wayang ini dibuat sebagai sarana hiburan masyarakat setempat pada tahun 1910. Biasanya, kesenian wayang pasti diiringi dengan banyaknya perangkat gamelan. Namun, berbeda dengan wayang timplong ini. Wayang timplong ini menggunakan iringan musik yang sederhana, terdiri dari gambang bambu, sebuah kendang, tiga buah kenong dan sebuah kempul (gong kecil).

Ciri khas bentuk dari wayang timplong ini bisa dilihat dari bentuknya yang pipih dengan bagian badan tidak diukir (seperti wayang kulit) dan bagian tangan terbuat dari kulit binatang. Untuk bahan dasar pembuatan wayang timplong ini biasanya menggunakan kayu sengon laut.


Kearifan Lokal Nganjuk

Dengan adanya seni dan budaya Nganjuk, tentu kota yang memiliki julukan Kota Angin pasti memiliki kearifan lokal yang juga tidak kalah pentingnya diketahui masyarat luas. Kearifan lokal Nganjuk ini tentu adalah warisan dari generasi ke generasi.

Wisata Sejarah

Nganjuk memiliki beberapa destinasi wisata sejarah yang kiranya harus diketahui. Sebab, Nganjuk sendiri juga menjadi salah satu saksi sejarah di Negara Indonesia ini. Wisata sejarah yang dapat Anda kunjungi ketika berada di Nganjuk antara lain:

  • Candi Ngetos merupakan candi Hinu yang berada di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk
  • Candi Lor merupakan bangunan candi yang terbuat dari bata merah. Candi yang berlokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret ini diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Nganjuk.
  • Petilasan Jendral Sudirman merupakan saksi sejarah kemerdekaan Indonesia yang berada di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Pasalnya, Jendral Sudirman pernah bersinggah di tempat ini selama 9 hari ketika menjalankan misi perang gerilya melawan penjajah.

Pura Karta Bhuwana Giri Wilis

Pura Karta Bhuwana Giri Wilis
Pura Karta Bhuwana Giri Wilis, Bajulan, Nganjuk (Sumber : www.google.com/maps/place/Pura+Kerta+Bhuwana+Giri+Wilis)

Siapa sangka di Kota Angin ini terdapat pesona yang begitu indah. Pura Karta Bhuwana Giri Wilis namanya. Pura ini merupakan Pura Pewayangan dari Candi Sapto Argo tempat pemujaan Dewa Wisnu, Dewi Sri dan leluhurnya di puncak Gunung Wilis. Berlokasi di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, menjadikan Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis ini sebagai tempat yang cocok untuk dikunjungi.

Tempat peribadatan Hindu ini masih digunakan sampai sekarang. Sebab, di sekitar Pura Karta Bhuwana Giri Wilis masih banyak penganut agama Hindu. Jadi, toleransi antar umat beragama di sana sangat bisa dirasakan.

Bahasa Lokal Nganjuk

Kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini tentu menggunakan bahasa Jawa sebagai percakapan keseharian masyarakatn Nganjuk. Namun, logat percakapan bahasa Jawa antara kota Nganjuk dengan kota lainnya terkadang memiliki perbedaan. Sebagai contoh, logat berbicara bahasa Jawa masyarakat Nganjuk akan sangat berbeda dengan logat bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Trenggalek.

Terdapat salah satu kata dari bahasa Jawa yang menjadi ciri khas masyarakat Nganjuk. Kata tersebut adalah he'eh (Bahasa Jawa yang berarti iya). Ketika masyarakat Nganjuk mengucapkan kata tersebut di lintas bahasa Jawa antar kota. Sudah bisa dipastikan bahwa yang mengucapkan kata he'eh merupakan masyarakat Nganjuk.


Kesimpulan

Pesona seni, budaya dan kearifan lokal Nganjuk perlu untuk diketahui. Terlebih teruntuk masyarakat Kota Nganjuk. Dengan mengetahui hal tersebut, kita akan lebih bisa menghargai akan sebuah sejarah dan kearifan lokal yang memang harus dipertahankan dari generasi ke generasi.

Kiranya sampai disini dulu artikel mengenai pesona seni, budaya dan kearifan lokal Ngnajuk. Semoga adanya artikel ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi kita semua.


Referensi:

www.kumparan.com
www.indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/wayang-kayu-asli-nganjuk/
www.ifakta.co/2024/01/17/pesona-budaya-dan-segala-keunikan-nganjuk/
www.purakertabhuwanagiriwilis.wordpress.com/pura-kerta-bhuwana-giri-wilisyang-bersejarah/


#TugasPekan5
#SMNBacth8
#Kopling

1 komentar untuk "Kenali Pesona Seni, Budaya dan Kearifan Lokal Nganjuk"

  1. Sumpah keren, Mas Rizal. 👍 Dari sini baru aku paham, maksud dari tugas ini.👍👍

    BalasHapus